Home | Kontak Kami  
  OPINI LEMBAGA - KRHN & MEDIA  
 
KRHN Kawal Pembentukan Pengadilan Tipikor Di Kota Palembang
PRO3RRI (16/06/2010)
Palembang, Lima Lembaga Nasional yakni Konsorsium Reformasi Hukum Nasional, KRHN, Komisi Yudisial, Komisi Informasi Publik, LBH Palembang dan Lembag Perlindungan Saksi dan Korban LPSK, berkomitmen bersama untuk mengawal pembentukan Pengadilan Tipikor di Kota Palembang. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan, diantaranya untuk menyelamatkan sisa waktu dua tahun yang diwajibkan dalam Undang-undang Pengadilan Tipikor agar semua stake holder yang terkait juga masyarakat tidak lengah atas batas waktu tersebut.
KRHN: Kapolri Gagal Lakukan Konsolidasi Internal
Kompas.com (25/03/2010)
Dari kisruh para jenderal Polri yang berpangkal pada testimoni mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji, Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN) menilai Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri telah gagal melakukan konsolidasi internal di tubuh aparat penegak hukum ini. Kegagalan ini pun akhirnya berdampak pula pada kelambanan sikap Polri dalam merespons testimoni Susno.
KRHN Minta KPK Ungkap Rekaman Rekayasa ke Publik
Media Indonesia (28/10/2009)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengungkapkan rekaman dugaan rekayasa kasus kepada publik. Karena di dalam rekaman tersebut dapat terlihat skenario besar pelemahan KPK.
Lemahkan KPK, DPR Dinilai Menggagalkan Reformasi
Media Indonesia (15/09/2009)
Ketua Dewan Eksekutif Tranparency International Indonesia (TII) Todung Mulya Lubis mengatakan bahwa pengadilan Tipikor dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah anak kandung reformasi.
SBY Diminta Dorong Penyelesaian Pembahasan RUU Pengadilan Tipikor
Suara Karya (26/08/2009)
Sudah saatnya presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil perannya untuk mendorong penyelamatan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Hal tersebut dapat dilakukan baik dengan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) atau menekan koalisi politiknya untuk bekerja keras menyelesaikan pembahasan RUU Pengadilan Tipikor di DPR RI.
House may ‘throw in the towel’ in corruption fight
The Jakarta Post (22/06/2009)
The House of Representatives received 10 white towels from the National Law Reformation Consortium (KRHN) as a symbol of the 10 House factions’ lack of seriousness in passing the Corruption Court bill into law.
Graft Watchdogs Growl at House Reps
Jakarta Globe (22/06/2009)
Several antigraft watchdogs on Friday rallied in front of the House of Representatives to protest the House’s apparent lack of commitment in passing the bill on the Anti-Corruption Court.

The Indonesian Corruption Watch, the Indonesian Legal Aid Foundation, the Consortium for National Legal Reform (KRHN) and the Indonesian Forum for Budget Transparency participated in the rally.
Penanganan Korupsi Terancam Berhenti
Koran Jakarta (20/05/2009)
Firmansyah Arifin, Koordinator Koalisi dari Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN), mengomandoi aksi yang diikuti sekitar 50 orang, Selasa (19/5). Dari Gedung KPK, koalisi yang terdiri dari 12 LSM nasional dan 13 LSM daerah tersebut melakukan long march ke Gedung Pengadilan Negeri Tipikor.
LSM Desak DPR Sahkan RUU Pengadilan Tipikor
KOMPAS.com (20/05/2009)
Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli dengan nasib Pengadilan Tipikor yang terancam ditiadakan menggelar aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/5).
Quick Count (Down) Nasib Pengadilan Tipikor
Hukumonline (19/05/2009)
Koalisi meminta DPR melakukan upaya luar biasa. Pansus bersikeras menyelesaikan RUU sesuai prosedur, agar substansi yang dihasilkan tidak bermasalah.
Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
 
 
 
Opini Lembaga:
Artikel
Siaran Pers
Position Paper
KRHN & Media
Opini